Tak terasa penyerangan Israel ke Palestina sudah menginjak hampir sebulan lamanya, dua kubu yang saling berseteru merasa bahwa merekalah yang benar, bahkan orang-orang dari negara yang berbedapun kadang juga ikut terpengaruh tanpa mengerti mana yang benar dan mana yang salah.
Tak terkecuali bagi mereka-mereka yang mengatasnamakan hacker dalam dunia maya.
Penyerangan-penyerangan yang dilakukan oleh hacker dari kedua kubu tercatat sudah kelewat banyak. Situs-situs milik Israel dan Palestina menjadi sasaran untuk di deface, bahkan negara adidaya sekelas Amerika Serikat pun juga ikut khawatir terhadap serangan cyber ini. Metode-metode yang digunakan oleh kedua kubu pada umumnya hampir sama. Mereka menimbulkan dan menyebarkan propaganda serta merusak database.
Salah satu serangan terhadap situs militer AS Distrik Washington dan NATO Parliamentary Assembly ini dilakukan oleh kelompok hacker Turki "Peace Crew" dilakukan pada hari Selasa (13/1/2009). Para penyerang yang menamakan diri Agd_Scorp juga meninggalkan pesan dalam bahasa Inggris,"“Stop attacks u Israel and USA! You cursed nations! One day Muslims will clean the world from you!"
Tak berdiam diri, dan pada yang hari sama pula, sekelompok pelajar telah menyiapkan sebuah aplikasi yang memungkinkan simpatisan Israel menggunakan komputer dan bandwith internet mereka untuk melumpuhkan situs-situs Palestina.
Kelompok yang menamakan diri mereka "Help Israel Win" ini mendistribusikan sebuah aplikasi seperti Trojan untuk melancarkan serangan Distributed Denial of Service (DDoS)
"Tujuan kami menggunakan kekuatan ini untuk mengacaukan upaya musuh menghancurkan Israel. Semakin banyak dukungan yang kami peroleh, maka akan semakin efektif," demikian isi situs yang ditulis kelompok tersebut.
Menurut analisa Bojan Zdrnja, ahli keamanan di SANS Internet Storm Center, aplikasi botnet dapat menjadi ancaman keamanan yang serius, di mana pemilik botnet dapat menambahkan aplikasi berbahaya sewaktu-waktu. Komando botnet dan server pengendali berada di IRC .
"Meski aplikasi tersebut sepertinya tidak berbahaya, pemilik botnet dapat melakukan apa saja yang dia inginkan," tandas Bojan.
Diklaim oleh kelompok tersebut, ada sekitar 8 ribu individu yang telah bergabung dan menginstal tool "Patriot" di komputer mereka. Selain itu para pelajar juga telah menerjemahkan situs mereka dalam beberapa bahasa selain Inggris dan Yahudi, yakni bahasa Prancis, Portugis, Rusia, dan Spanyol.
Kalau kita menilik dari rentetan sejarah, peperangan Israel dengan Palestina ini sudah berlangsung bertahun-tahun, tapi mengapa kadang orang-orang yang tidak tahu menahu menjadi ikut terpengaruh, dan menjadi pihak pendukung yang jelas-jelas mereka tidak mengerti apa tujuan dari kubu yang didukung tersebut.
Alangkah indahnya jika kita dan orang-orang yang tidak tahu menahu tersebut berusaha mengarahkan dukungan untuk mewujudkan perdamaian yang indah dimuka bumi ini.
15 Januari 2009
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)

0 komentar:
Poskan Komentar