18 Februari 2009

Jaringan Linux Dasar 1: Konfigurasi Kartu Jaringan

 

Wahhh...
sudah lama penulis tidak bersua di tutorial jaringan. :D. Yups,
sebelum masuk ke dalam pokok pembahasan, penulis akan jelaskan terlebih
dulu mengenai judul yang penulis bawakan sekarang, sengaja diambil
judul seperti itu karena Insyaallah staff ilmuwebsite akan menghadirkan
tutorial di linux secara berseri dan akan hadir setiap minggunya.
Sebagai gantinya penulis minta didoakan agar punya waktu, dan duit yang
juga banyak tentunya. Karena kalo nggak punya duit banyak pastinya
penulis nggak punya hati yang enak ketika menulis artikel nanti. Gimana
? Deal or no deal ? Doakan aku ya ? ( benteng takeshi banget ) Huehuehe
.... Tergantung pilihan anda. :D.

Yups, tutorial jaringan di linux yang akan dibahas secara berseri :
• Linux Name Services
• Mail Server
• Apache web server
• Network gateway services ( didalamnya nanti sudah termasuk proxy server dan firewall )
• File Sharing
• Printer Services
• Security di linux

Ya kira-kira itu yang akan jadi pembahasan berseri selanjutnya. :D. Deal or no deal ? :D
Yahhhh...
sebelum dilanjutkan ke pembahasan selanjutnya, kembali ke tutorial yang
sekarang terlebih dulu. Sebelum masuk kedalam konfigurasi kartu
jaringan di linux, perlu di ketahui terlebih dahulu konsep pemberian
alamat ip untuk setiap kartu jaringan di linux. Sebetulnya untuk linux
yang sekarang pemberian alamat dengan fasilitas gui juga sudah
mencukupi, gui ( Graphical User Interface ) di sini maksudnya
pemberian alamat ip bisa dilakukan hanya dengan klak-klik saja dalam
tampilan windows. Tapi alangkah baiknya jika anda mengetahui konsep
nyata dari pemberian alamat ip. Ini akan berguna suatu saat nanti bagi
seorang admin jaringan yang fundamental. ;).
Sederhananya untuk
memberikan alamat ip di linux, cukup masuk ke linux console, atau nama
lainnya dari terminal. Kemudian ketik perintah seperti ini ...

root@alk.root#ifconfig eth0 192.168.1.2 netmask 255.255.255.0 broadcast 192.168.1.255

dengan catatan anda harus dalam kondisi root.
Nah setelah menjalankan perintah tersebut, secara otomatis terbentuk sebuah file ifcfg-eth0 berada di bawah direktori :

/etc/sysconfig/network-scripts

isinya kira-kira sebagai berikut :
/etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0

DEVICE=eth0
BOOTPROTO=static
BROADCAST=192.168.1.255
IPADDR=192.168.1.2
NETMASK=255.255.255.0
NETWORK=192.168.1.0
ONBOOT=yes


distro
yang penulis gunakan adalah redhat linux 9. Tidak berbeda jauh dengan
Fedora Core 4,5,6,7,8 atau diatasnya. Begitu juga dengan linux
mandriva. Hampir sama konsepnya.

Linux menamakan setiap kartu
jaringan berdasarkan urutannya, dalam perintah diatas tertulis kartu
jaringan dinamakan dengan eth0. Ini karena dalam linux setiap kartu
jaringan yang pertama diberi nama eth0. Dan jika terdapat 2 kartu
jaringan di pc maka terdapat 2 file ethX yaitu eth0 dan eth1. Begitu
untuk seterusnya.
Nah selanjutnya adalah netmask, netmask ini akan
penulis jelaskan rincinya nanti dalam tutorial jaringan, intinya
"netmask" ini berfungsi membuat sub network atau jaringan yang terbagi
bagi menjadi lebih kecil. Dengan kata lain membagi jaringan besar
menjadi lebih kecil lagi. Biasanya netmask ini digunakan untuk
penghematan alamat ip, dan resource jaringan. ( Yang udah tau jangan
komentar :D Just kidding bro! )
Dan terakhir broadcast berfungsi
untuk memberitahukan bahwa si pc yang sudah diberi alamat ip ini
memiliki alamat jaringan 192.168.1.0, dan alamat broadcast inilah yang
nantinya memberitahukan kepada semua host/pc yang sudah terkoneksi
dalam satu jaringan bahwa host dengan alamat ip 192.168.1.2 itu masih
satu kandung. Satu Saudara tapi beda bapak. Orang tua aslinya tidak
mengakui dia sebagai anak. Halah!! :D

Yups, selanjutnya ketikkan perintah :

root@alk.root#ifconfig
eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:0C:29:EE:71:11
inet addr:192.168.1.2 Bcast:192.168.1.255 Mask:255.255.255.0
inet6 addr: fe80::20c:29ff:feee:7111/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:61 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:85 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:6938 (6.7 KiB) TX bytes:10092 (9.8 KiB)
Interrupt:10 Base address:0x1080

lo Link encap:Local Loopback
inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0
inet6 addr: ::1/128 Scope:Host
UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1
RX packets:35 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:35 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:0
RX bytes:2190 (2.1 KiB) TX bytes:2190 (2.1 KiB)

jika tampilannya seperti ini, artinya pc anda sudah dapat terkoneksi dengan jaringan. :)
Ya selamat mencoba.

Untuk
tutorial jaringan selanjutnya penulis akan membawakan tutorial "Name
Service di linux dengan BIND", yaitu konsep penamaan dalam jaringan.


31 Januari 2009

Buka Beberapa Yahoo Messanger Sekaligus

Dalam perkembangan saat ini, kadang seseorang mempunyai banyak ID YM sehingga mereka kesulitan membuka Yahoo Messanger secara bersama-sama menggunakan ID yang berbeda-beda. Berikut tips agar dapat membuka Yahoo Messanger dengan bayak ID.

  1. Buka "Run" ketik "regedit" masuk ke "{HKEY_CURRENT_USER-->SOFTWARE-->YAHOO-->PAGER}"
  2. Buat "new key" (klik kanan Pager, ada menu ini), kasih nama Test. (klo udah ada, langsung ke langkah 4)
  3. Dari folder "Test" ini kita klik kanan, pilih "new", "DWORD value" kasih nama "Plural", isi value-nya dgn 1 (hexadecimal)
  4. Tutup regedit, cobalah untuk membuka YM lebih dari satu.

Selamat mencoba

Pencetus Trojan Horse

Hitamnya dunia maya tidal lepas dari istilah trojan horse, adalah Daniel Edwards dari National Security Agency (NSA) yang diakui mencetuskan istilah Trojan Horse untuk program jahat yang menyelinap dalam komputer korban. Inspirasinya tentu dari Kuda Troya yang digunakan bangsa Yunani untuk mengalahkan bangsa Troya dan mengambil alih kota Troya. Program jahat ini bisa menduplikasikan dirinya dan menginfeksi jutaan komputer di dunia serta trojan horse dapat memunculkan dirinya dalam berbagai varian.

30 Januari 2009

Memilih Kartu Grafis Bagi Gamer

Untuk mewujudkan sebuah PC yang handal untu games, diperlukan komposisi yang seimbang dan "best buy" bagi kantong para gamer. Selain pemilihan PSU yang powerfull, pemilihan kartu grafis juga sangat penting, dalam perseteruan kartu grafis antara ATI dan Nvidia banyak ditelurkan produk-produk handal yang cocok bagi gamer dan kantong para gamer. Dalam pemilihan kartu grafis terbagi menjadi 3 bagian yaitu :

1. Entry Level

Kartu grafis untuk segmen ini ditujukan bagi pengguna komputer yang ingin memainkan game terbaru tapi dengan dana yang terbatas. Kartu grafis kelas ini cukup nyaman untuk memainkan game terbaru sekarang dengan resolusi sampai 1024x768, cocok bagi para pengguna komputer yang menggunakan monitor berukuran 15".

a. ATI Radeon HD 4650

Bagi yang ingin menggunakan kartu grafis buatan ATI bisa melirik kartu grafis yang motori chipset HD 4650. Pasalnya, selain harga yang ditawarkan cukup terjangkau, seri ini sudah dipersenjatai dengan core clock/ memory sebesar 600MHz/ 1000Mhz yang membuatnya cukup berperforma baik untuk menjalankan game-game saat ini.

b. Nvidia Geforce 9500GT

Kartu grafis ini mempunyai segmen yang sama dengan ATI Radeon HD 4650. Walau memiliki core/memory clock yang lebih besar, yakni 650MHz/1625MHz, tetapi memiliki performa yang tidak terpaut jauh dengan ATI Radeon HD 4650.

2. Mainstream

Kartu grafis untuk kelas ini sudah sangat cukup untuk menjalankan game terberat sekalipun dalam resolusi 1280x1024, tentunya jika didukung dengan hardware lain yang memadai. Sebagai panduan, dalam memakai kartu grafis kelas ini minimal pengguna harus sudah menggunakan dual core prosessor untuk menghindari 'bottle neck' pada sistem.

a. ATI Radeon 4830

Menggunakan prosessor 640 shader, Core/Memory Clock sebesar 575MHz/1800MHz membuat kartu grafis ini cukup bertenaga untuk menjalankan game-game yang tergolong kelas berat seperti GTA IV, STALKER, Crysis dan yang lainnya.

b. Nvidia Geforce 9800GT

Kartu grafis ini merupakan pengembangan dari seri terdahulunya yaitu Geforce 8800GT. Dibekali dengan core/ memory clock sebesar 600MHz/1800MHz dan dengan dukungan PhysiX dari Nvidia membuatnya lebih baik ketika menjalankan game yang berbasiskan PhysiX.

High-end.

Kartu grafis kelas ini lebih ditujukan kalangan gamer yang menginginkan performa tinggi dan kualitas gambar terbaik dalam game. Tentunya untuk mendapatkan itu dibutuhkan dana yang cukup menguras dompet, selain untuk kartu grafis juga untuk sistem pendukung.

a. ATI Radeon HD 4870

Kartu grafis seri ini dapat membuat game terberat saat ini menjadi tampak begitu ringan bahkan dengan memaksimalkan detail ataupun mengaktifkan Antialising dapat ditangani kartu grafis ini dengan mudah. Itu semua karena kartu grafis ini mempunyai Core/Memory clock sebesar 750MHz/1800Mhz dan menggunakan jenis memori terbaru yaitu DDR5.

b. Nvidia GTX 260

Seri GTX merupakan seri terbaru jajaran produk high-end dari Nvidia, GTX 260 dibekali dengan Core/Memory Clock sebesar 576MHz/1998Mhz merupakan pesaing ketat dari HD 4870. Bahkan di beberapa game tertentu, kartu grafis ini dapat melibas rivalnya. Tetapi sayang, harga yang ditawarkan sangat terpaut jauh sehingga produk ini jadi kurang peminat.

Selain dari 3 level tersebut ada kartu grafis andalan masing-masing produsen kartu grafis, ATI Radeon 4870X2 atau Nvidia GTX 295 yang merupakan kartu grafis tercepat dari kedua kubu saat ini.